Pasang Loker

My Career is Multi-Career, Kenapa Tidak?

Jika diberi kesempatan, apakah kamu tertarik untuk memiliki multi-career, Jobhuners? Multikarier nyatanya telah diterapkan sejak dulu lho. Mungkin kamu sudah tidak asing dengan Leonardo Da Vinci yang tidak hanya berprofesi sebagai pelukis, melainkan juga sebagai seorang arsitek, insinyur, dan penulis. Tokoh ternama lain seperti Benjamin Franklin juga bekerja di beberapa bidang sekaligus, ia tidak hanya dikenal sebagai penulis, melainkan juga ilmuwan, diplomat, serta political theorist. Istilah multikarier ini mungkin masih asing dan jarang terdengar, sehingga wajar jika kemudian muncul pertanyaan seperti apa sebenarnya multikarier itu, bagaimana kita melakukannya, apa saja keuntungan yang akan dimiliki jika memilih menjadi multikarier, dan lainnya. Nah, untungnya ada sebuah buku berjudul My Career is Multi-Career karya Lestari Nurhajati dan Ardinungtyas Pitaloka yang dapat menjawab berbagai pertanyaan kita terkait hal tersebut.

Pendapat umum biasanya cenderung ‘memaksa’ individu untuk memiliki satu identitas karier. Sementara itu stigma negatif kerap dilekatkan kepada mereka yang memilih jalan multikarier. Melalui buku ini, penulis berusaha menepis anggapan tersebut. Tiap individu dinilai punya kelebihan dan keunikan mereka masing-masing, beberapa memang sukses dengan menjadi spesialis dan beberapa lainnya dapat meraih hal yang sama dengan menjadi multikarier. Sedari awal buku ini telah menarik dan memancing minat pembaca karena pada bagian depannya dibuka dengan kalimat mengenai karier ideal yang berarti bukanlah karier yang sempurna tanpa cela, namun merupakan proses bertumbuh pribadi dengan penuh makna.

Menemukan karier yang sesuai adalah suatu proses perjalanan yang panjang. Berawal dari minat yang kemudian menjadi hobi, hingga passion. Memilih multikarier tentu akan punya tantangan dan keuntungan tersendiri. Misalnya, seseorang akan mudah terjebak dalam kebosanan sehingga harus pandai-pandai dalam mengatur kerangka waktu yang pas untuk bekerja. Selain itu, menjadi disiplin juga merupakan kunci untuk meraih sukses menjalani multikarier. Ini karena seseorang dengan multikarier bisa saja mengerjakan beberapa tugas di waktu yang bersamaan. Di sisi lain, keuntungan yang didapatkan juga bisa bermacam-macam. Mulai dari pemasukan hingga networking yang bertambah luas. Perlu diingat juga bahwa menjalani multikarier bukan berarti mengerahkan semuanya, seseorang tetap harus tahu batasan dirinya dan kemampuannya sehingga tetap bisa bekerja secara efektif dan efisien. Layaknya ketika hendak menjadi spesialis di suatu bidang pekerjaan, tidak ada proses yang instan. Begitu pula dengan menjadi multikarier ini yang juga membutuhkan waktu.

Buku ini memiliki 234 halaman, ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan komunikatif. Secara keseluruhan buku ini akan mengenalkan pembaca pada makna multikarier, mulai dari definisi, tantangan, keuntungan, kriteria yang cocok untuk memiliki multikarier, contoh orang-orang sukses yang menjalani multikarier, dan lainnya. Dengan membaca buku ini, pembaca bukan hanya akan mendapatkan informasi terkait multikarier melainkan juga dapat menilai diri sendiri apakah memiliki kecenderungan untuk memiliki multikarier. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *