Pasang Loker

Nedita Farah: Berani Menyalurkan Passion Jadi Karier

Sejak kecil sudah tertarik dengan dunia seni, membuat Nedita memberanikan diri untuk menjajal profesi Make Up Artist sejak ia masih duduk di bangku SMA dua tahun lalu. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 200 wajah yang pernah mendapat sentuhan make up Nedita. Jobhuners ingin tahu bagaimana sepak terjang Nedita? Yuk simak hasil wawancara kami dengan Nedita!

Apa pekerjaan Nedita sekarang ini?

Pekerjaanku sekarang adalah sebagai Make Up Artist freelance.

Kapan Nedita mulai merintis karier di bidang ini?

Aku mulainya itu dari tahun 2016 awal. Itu waktu aku masih kelas 11 SMA. Aku mulai dari situ memberanikan diri. Awalnya juga nggak bisa sebanyak dan serame ini (kliennya). Jadi kayak merintis dari awal banget, yang dibayarnya murah banget.

Apa pekerjaan yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan background pendidikan Nedita?

Pekerjaan yang sedang kujalani ini, nggak sesuai sama sekali sih sama background pendidikanku karena background pendidikanku sekarang kan komunikasi. Tapi ada manfaat tersendiri sih dari belajar komunikasi ini buat diimplementasikan dalam kerjaanku sebagai Make Up Artist.

Apa yang membuat Nedita tertarik untuk menekuni bidang ini?

Sebenarnya dari kecil itu aku sudah tertarik di seni. Apapun itu, jadi kayak di fashion, musik. Itu aku dari SMP sudah tertarik. Cuman memang nggak pernah kepikiran buat terjun ke beauty. Nah, baru waktu SMA ini aku ada switch dari tertarik ke fashion jadi ke beauty. Jadi dari awal tuh aku emang sudah tertarik di bidang ini.

Sebelum terjun di bidang ini, apa Nedita pernah mencoba bekerja di bidang lain?

Sebelum terjun di bidang ini, aku udah pernah mencoba bekerja. Dari SD aku berjualan apapun, misalnya pertama kali barang yang aku jual itu amplop buat lebaran hehehe. Terus aku juga pernah jualan baju, kosmetik. Aku memang suka jualan. Jadi sebelum aku menjadi Make Up Artist, aku memang sering jualan dan itu membuatku kenal sama sekitar, mudah buat ngomong sama orang, dan menawarkan berbagai macam produk.

Menurutmu, apa modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Modal utamanya sih yang jelas skill. Karena memang sebanyak apapun make up-mu, sebanyak apapun link-mu, orang tuh pasti yang pertama diliat, apalagi ini Make Up Artist, kan hubungannya sama seni, jadi modal pertamanya itu skill yang pasti. Terus juga sama ini tadi yang aku bilang, link itu. Jadi harus berani dan harus bisa memanfaatkan link sebanyak mungkin kayak misalnya promosi kemana-mana itu jangan malu. Modalnya itu jangan malu.

Bagaimana sih kriteria make up yang bagus menurutmu?

Sebenarnya kalau make up itu selera. Jadi ada orang yang suka make up berjenis flawless make up, “no make upmake up. Ada orang yang suka make up yang bronze, korean look, atau bold gitu. Kalau misalnya aku, yang sesuai sama seleraku itu make up yang bronze dan semi bold. Aku nggak terlalu suka make up yang tipis-tipis ala Korea gitu, bukan style-ku.

Seperti yang kamu sebutkan sebelumnya kalau make up itu selera, kamu pernah nggak mengalami keadaan dimana idealismemu nggak sesuai sama lingkungan?

Pernah, jadi kalau kebanyakan MUA yang aku tau itu, dia itu selalu menerangkan warna foundation. Tujuannya memang untuk membuat lebih segar dan cerah. Tapi, menurutku itu tuh nggak applicable buat semua orang. Banyak orang yang kulitnya benar-benar gelap yang kalau diputihin banget itu akan menjadi abu-abu. Jadi aku sebisa mungkin juga pasti menerangkan foundation. Karena foundation nanti pasti bakal oxidize jadi harus aku jelaskan di awal. Tapi, kalau aku sebisa mungkin menerangkan cuma satu tingkat aja. Apalagi buat yang kulitnya tan, aku juga punya foundation-foundation yang gelap banget buat mengatasi kulit yang berjenis tan. Jadi mereka juga pede dan nggak jadi abu-abu, bahkan nggak terlalu putih banget gitu lho. Because all colors are beautiful.

Apakah Nedita pernah mengalami momen stuck saat berkarier? Bagaimana cara Nedita mengatasinya?

Pernah, waktu kelas 12 karena itu kan emang lagi waktu-waktunya Unas dan SBMPTN. Jadi itu sebenernya stuck-nya karena ada urusan lain. Tapi selain itu, aku nggak pernah yang terlalu stuck kayak gimana. Cuman kalau bosan ya pernah. Cara mengatasinya ya break dulu sebentar. Ya tetap uploadupload di Instagram, balas-balasin chatnya klien, tapi cuma nggak memaksakan. Jadi misalnya ada tawaran job terus lagi nggak mau mengambil, padahal sebenarnya di hari itu nggak ada apa-apa ya ya sudah nggak usah diambil gitu. Jadi nggak memaksakan semua klien di-iya-in.

Selain menjadi MUA, apa kesibukan Nedita lainnya?

Selain jadi Make Up Artist aku kuliah di Komunikasi Unair. Aku aktif di paduan suaranya Unair, dan aku juga masih aktif di paduan suaranya SMA-ku. Ya aku dari dulu emang aktif di paduan suara sih hehe. Terus aku juga bekerja freelance, beberapa kali nge-MC, tapi cuma nggak yang terlalu kutekuni.

Bagaimana cara Nedita memanajemen waktu antara bekerja dan kuliah?

Sebenarnya, kalau ngomongin manajemen waktu, aku juga nggak pintar-pintar banget untuk manajemen waktu. Tapi yang jelas, manajemen waktunya gini, kalau misalkan aku, hampir pulangnya setiap hari malam banget. Jadi, aku maksimalkam untuk belajar itu nggak di rumah, jadi belajarnya cuma di kelas aja. Ya emang nggak selalu bisa setiap saat, cuma aku mesti mengusahakan kayak gitu, karena aku tahu, aku nggak bakal punya waktu belajar di rumah. Jadi aku akan memaksimalkan di kelas karena aku setelah kuliah juga nyanyi di paduan suara. Terus juga kalau weekend, aku pasti full sama pekerjaan.

Apa suka duka bekerja di bidang ini?

Sukanya aku sedang menjalani pekerjaan yang aku suka, jadi aku nggak merasa terbebani karena memang aku suka. Dan juga big money hehe. Apalagi kalau misalnya sudah punya nama sih. Kalau misalnya sudah terkenal di kalangan mana gitu, enak banget, apalagi kalau punya link.

Dukanya, jadi misalnya aku pulang sehabis kepanitiaan di paduan suara atau di kampus itu malam banget jam 11, terus jam 2 aku harus bangun lagi buat siap-siap, jam 3 aku berangkat nge-make up, jadi kayak bangun pagi-pagi banget. Karena biasanya klien-klien itu minta harus ready jam 6 gitu at least. Karena acara kan banyak acara pagi, kayak wisuda gitu-gitu.

Dalam menjalankan bidang ini, apa Nedita punya role model tersendiri?

Role model ada beberapa MUA kesukaanku. Tapi, di Jakarta semua sih. Tapi, yang aku biasanya paling suka itu Hepi David & January Christy. Itu dua-duanya MUA Jakarta yang style-nya aku suka, cocok sama aku juga.

Apa hal yang paling berkesan selama Nedita menekuni karier?

Bisa kenal sama banyak orang. Jadi kayak misalnya ketemu sama ini, oh ini ternyata temannya ini, ketemu sama ini. Akhirnya, aku bisa kenal banyak orang, yang itu juga mempermudah aku. Jadi misalnya kalau mereka suka sama make up-ku, mereka bakal recommend ke temennya, ke temennya lagi. Jadi aku punya banyak kenalan gara-gara menjadi Make Up Artist ini.

Nedita berfoto dengan salah seorang yang pernah ia rias, Calvin Jeremy.

Apa arti pekerjaan ini untuk Nedita?

Sangat berarti. Kayak aku sejauh ini nggak ada bayangan buat stop jadi Make Up Artist, atau aku bakal menekuni ini terus, bahkan nanti sampe aku lulus pun, aku juga bakal lebih menekuni pekerjaan ini.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin Nedita capai dalam karier?

Sebenernya aku punya banyak target sih, cuma kalau misalnya dalam make up, target jangka pendeknya ini sih menstabilkan income per bulan. Jadi kayak misalnya emang Make Up Artist itu kan moodmood-an ya income-nya. Jadi kalau misalnya dalam sebulan lagi rame, dapatnya juga banyak banget, pas lagi sepi juga dapatnya biasa aja. Jadi targetku itu untuk stabilize income per bulan. Jadi kayak aku nge-set target minimalku berapa gitu.

Kalau target jangka panjangnya mungkin ini sih, upgrade, kayak misalnya les ke Make Up Artist. Aku kan tadi punya dua role model itu tadi, aku pengen les ke mereka, kemudian meningkatkan skill. Upgrade-nya nggak cuma dari segi ilmu, tapi juga dari segi barang, jadi aku punya studio sendiri.

Apakah ada saran dan tips untuk Jobhuners yang mungkin ingin terjun ke bidang yang sama sepertimu?

Kalau misalnya sudah punya skill, yang penting harus berani. Karena kalau misalnya sudah punya skill tapi nggak berani, nggak mau nyoba, malu-malu, nggak bakal bisa jalan. Karena nggak mulai-mulai. Nah, aku ada kayak quote yang aku pegang buat semua orang yang mau melakukan sesuatu tapi kayak masih nunggu-nunggu. Quote-nya itu gini, “You don’t have to have it all figured out to move forward”. Jadi kayak, ya sudah, misalnya nih aku punya skill, tapi barangku belum banyak, barangku belum lengkap, ya nggak apa-papa aku mulai aja. Karena dengan mulai akhirnya kamu tahu, oh aku kurang ini, kurang itu. Nanti juga bisa berdampak, misalnya oh ternyata aku butuhnya make up yang gini bukan yang kayak gini. Jadi, kalau kita nggak nyoba, kita nggak mulai, itu nggak bakal bisa jalan. Jadi saran dan tipsnya adalah harus berani.

Bagaimana menurutmu Jobhuners cerita Nedita di atas? Apakah kamu tertarik untuk menjadi MUA? Apapun karier yang ingin kamu capai, ingat terus pesan Nedita di atas ya. Yang terpenting adalah kita harus berani untuk memulai, karena kalau tidak, kita tidak akan kemana-mana.

About Author

Highly interested in communication, media, and political studies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *