Pasang Loker

Nindia Nurmayasari, Menulis Menjadi Cara untuk Berdampak Bagi Orang Lain

Nindia Nurmayasari, seorang penulis buku anak dan pencerita. Selain aktif berkarya menulis cerita anak, Nindia juga membuat Klub Literasi Anak, sebuah forum pendidikan menulis kreatif anak dengan basis lokal di Surabaya. Ia membagikan beberapa insight terkait kariernya di bidang kepenulisan. Penasaran dengan apa saja insight yang dibagikan oleh Nindia? Simak yuk interview Jobhun dengan Nindia berikut ini!

1. Apa kabar, Nindia? Sedang sibuk apa saja sekarang?

Alhamdulillah, kabar baik. Saat ini sedang mengerjakan beberapa proyek buku dan mengajar kelas menulis untuk anak-anak.

2. Mengapa Nindia tertarik dan sangat concern dengan dunia tulis-menulis?

Awalnya saya suka bercerita. Saya senang berbagi cerita, baik mendongeng untuk anak-anak maupun sharing tentang apa saja untuk orang dewasa. Namun, ada suatu masa dimana saya menyadari bahwa saya ingin memberikan dampak yang lebih luas, salah satu caranya dengan menulis. Bagi saya menulis merupakan salah satu cara untuk menyuarakan ide, gagasan, dan pendapat secara lebih luas. Apa yang kita tulis juga akan lebih abadi dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Selain itu, dengan menulis membuat saya lebih berdaya karena terpanggil untuk melakukan sesuatu melalui apa yang saya bisa. Menulis bagi anak-anak maupun orang dewasa tentu memiliki banyak sekali manfaat dalam keseharian.

3. Bagaimana perjalanan karier Nindia sebagai penulis? Apakah masih ingat tulisan pertama yang berhasil diterbitkan?

Saya suka menulis sejak kecil, dulu sering menulis buku diary. Suka curhat lewat tulisan juga, hehehe. Setelah curhat rasanya jadi lega. Lalu saat di bangku SMP suka kirim-kirim puisi dan naskah cerpen ke majalah sekolah. Alhamdulillah dari tulisan yang saya kira biasa saja itu, ternyata banyak teman yang suka membacanya. Dari situlah saya menyadari bahwa menulis itu memiliki dampak yang besar. Kemudian, sempat lama terjeda oleh kesibukan lainnya dan mulai menulis lagi sekitar tahun 2013-an. Saat itu saya menuliskan cerita-cerita dongeng yang biasanya saya bawakan saat mendongeng untuk anak-anak. Setelah itu saya terus berusaha konsisten menulis hingga sekarang.

4. Apa yang dilakukan Nindia ketika jenuh atau mengalami writer’s block?

Setiap orang punya cara sendiri untuk mengurai kebuntuan saat menulis. Kalau saya macam-macam sih yang dilakukan. Agak random juga hehehe. Intinya, kalau saya mengalami kebuntuan, saya harus bergerak. Entah jalan-jalan, membaca buku, menonton film, makan atau ngemil-ngemil, ngobrol, jeda sejenak melakukan aktivitas lainnya, tapi tetap pikirannya ke bagaimana naskahnya bisa selesai. Kalau memang kendalanya ada di ide ceritanya dan benar-benar buntu, biasanya saya akan ganti ide cerita lainnya. Bagi saya menulis itu juga harus fun, jadi kalau menulis penuh keterpaksaan dan nggak bisa bebas berimajinasi akan berpengaruh ke ceritanya juga nanti. Jadi, cari ide lainnya yang lebih membuat fun. Tapi tulisan lama jangan buru-buru dihapus, karena bisa jadi itu berguna suatu saat nanti.

5. Lalu bagaimana ceritanya sampai akhirnya Nindia mulai mendirikan Klub Literasi Anak?

Saat itu saya bertemu dengan kedua teman saya, namanya Nabila Budayana dan Nina DK. Jika dirunut, benang merah kami sama, yaitu memiliki ketertarikan dengan dunia kepenulisan dan pendidikan. Berawal dari kegelisahan melihat rendahnya minat baca di kalangan anak-anak, adanya stigma bahwa membaca itu membosankan, apalagi belajar menulis. Padahal membaca dan menulis punya banyak sekali manfaat dan akan berguna sekali untuk kehidupan anak-anak kelak. Lalu terpikir untuk mengubah persepsi itu, kami ingin menyajikan bahwa belajar membaca dan menulis itu bisa menyenangkan seperti bermain. Kemudian, kami mencoba untuk mengemas sebuah metode pengajaran untuk mengasah membaca, menulis, dan bercerita dengan cara menyenangkan. Kami coba mensosialisasikan ke media sosial, dan Alhamdulillah ternyata responnya cukup baik. Apalagi saat itu memang belum banyak lembaga sejenis yang fokus ke bidang literasi. Melihat antusiasme masyarakat cukup banyak, kami pun melakukan kegiatan rutin sebulan sekali dengan tema yang beragam. Setahun kemudian, ada permintaan dari para orang tua untuk membuat kelas reguler, tujuannya agar kemampuan menulis anak-anak lebih terpantau dan berkelanjutan. Kami pun akhirnya membuka kelas reguler menulis kreatif di tahun 2017.

6. Seperti apa kesibukan yang dilakukan Nindia bersama Klub Literasi Anak? Apa saja kegiatan yang dilakukan?

Ada beberapa program yang diusung oleh Klub Literasi Anak. Pertama, program workshop bulanan, yaitu kegiatan workshop menulis kreatif yang dilakukan sebulan sekali dengan tema yang beragam. Kedua, program kelas reguler, kelas ini diperuntukkan bagi anak-anak yang memang sudah terlihat minat menulisnya dan ingin belajar lebih intens dengan kurikulum yang sudah dikemas dengan sistematis. Ketiga, program kelas privat, ini untuk anak-anak yang ingin belajar menulis namun tidak memiliki jadwal yang leluasa. Jadi guru dan murid bisa menyesuaikan jadwalnya sendiri. Kelima, program kelas online, kelas ini dilakukan secara online antara guru dan murid.

7. Bagaimana keseruan dan tantangan selama menjalankan Kelas Litreasi Anak? Apa hal yang paling berkesan?

Banyak pengalaman berkesan selama kelas di Kelas Literasi Anak, sejujurnya kami juga jadi banyak belajar dari murid-murid kami. Dalam pelaksanaannya, kami juga tak lepas dari dukungan orang tua yang mempercayakan putra putrinya kepada kami. Hampir semuanya berkesan, karena setiap anak unik dan istimewa, mereka juga memiliki cerita yang luar biasa. Yang bisa saya garis bawahi adalah suasana belajar yang menyenangkan, bersahabat dan akrab memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses belajar dan diterima dengan sangat baik oleh anak-anak. Sehingga dalam proses belajar biasanya mereka menyebut kami kakak, dan hubungan kami dengan anak-anak begitu akrab dan dekat, seperti kakak dan adik. Sehingga saat belajarpun mereka merasa tidak sedang belajar dan bisa nyaman menjadi diri sendiri.

Beberapa progress perkembangan belajar yang bisa saya ceritakan adalah, misalnya dari yang awalnya pemalu bisa lebih menjadi percaya diri setelah mengikuti beberapa pertemuan kelas kami, menjadi lebih kritis saat membaca sesuatu, lebih senang membaca, lebih terlatih kemampuan menulisnya, lebih bisa mengendalikan diri, berpikir sistematis, yang ini juga berpengaruh pada keseharian mereka, dan banyak lagi.

8. Apa harapan atau target yang masih ingin dicapai Nindia bersama Kelas Literasi Anak?

Kami berharap bisa menjangkau sebanyak mungkin anak-anak. Ingin menyebarkan semangat untuk lebih tertarik belajar seputar literasi. Walau literasi secara harfiah adalah tentang membaca dan menulis, namun dalam cakupan yang lebih luas, literasi tidak hanya sekadar itu. Literasi terkait dengan cara pikir, dan pemahaman akan sesuatu. Dimana pemahaman itu tidak hanya berhenti sampai ranah kognitif saja, tetapi juga mereka paham bagaimana mengaplikasikan dan mempraktikkannya di kehidupan. Ya, literasi sekaligus belajar kehidupan. Menulis dan membaca adalah sarana untuk menggali makna yang sebenarnya. Kami juga berharap Klub Literasi Anak bisa memberikan dampak yang lebih besar untuk anak-anak dan orang tua, karena dengan memiliki kesadaran literasi yang tinggi juga akan berpengaruh kepada kualitas hidup nantinya.

9. Menurut Nindia, penulis yang sukses itu seperti apa? Apa ada tokoh yang diidolakan?

Penulis sukses ituuu… Apa ya? Hmm, penulis yang terus konsisten berkarya, tetap rendah hati, dan mau terus belajar. Karena menulis sebuah buku itu lebih mudah daripada menjaga konsistensi untuk bisa terus berkarya. Saya sangat suka karya-karya tulisan dari Albertine Endah, Clara Ng, Roald Dahl, Enid Blyton, dan banyak lagi.

10. Minta tips dong buat Jobhuners yang ingin menerbitkan tulisan dan menjadi penulis profesional!

Sebelum ingin terjun sebagai penulis, hal pertama yang perlu dilakukan adalah bertanya ke diri sendiri dulu, mengapa ingin menulis? Apa motivasi menulisnya? Ini penting karena ketika nanti mengalami masa naik turun dalam menulis, motivasi awal inilah yang bisa menjadi pembangkit untuk terus maju dan menulis. Jadi, pertama, tentukan motivasinya dulu. Kedua, banyak membaca buku. Tentukan juga ingin menulis untuk genre apa. Ketiga, Banyak latihan menulis dan menulis. Karena biasanya banyak yang ingin jadi penulis, tapi tidak mulai-mulai menulisnya. Keempat, carilah komunitas atau lingkungan yang memiliki spirit yang sama. Ini efektif sekali kalau misalnya kita mengalami kebingungan, bisa saling tanya dan juga bisa saling menyemangati. Kalau temannya sudah selesai naskahnya, pasti akan terkompori untuk pingin segera menyelesaikan naskah kita juga, kan. Dan terakhir, jangan cepat puas. Selalu haus untuk terus belajar dan terus berkarya.

Nah, itu tadi cerita karier dari Nindia Nurmayasari menjadi seorang pencerita, penulis buku anak, sekaligus pendiri dari Klub Literasi Anak. Bagi Nindia, menulis merupakan sarana baginya untuk memberikan dampak bagi orang lain. Beberapa tips dari Nindia di atas bisa kamu terapkan jika ingin berkarier sebagai penulis khusus anak lho, Jobhuners.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami