Pasang Loker

Penting! Kenali 6 Tanda Kamu Mengalami Burnout Saat Bekerja

Pernah mengalami stres karena tekanan pekerjaan hingga enggan ke kantor, Jobhuners? Jika awal pagimu dimulai dengan perasaan berat dan kelelahan untuk bekerja, ini berarti kamu sedang mengalami burnout. Menurut World Health Organization (WHO), ada lebih banyak orang merasa burnout ketimbang termotivasi oleh pekerjaan mereka. Tekanan pekerjaan yang konstan karena tugas yang terus menumpuk hingga durasi jam kerja berlebihan menjadi penyebab makin meningkatnya global mental health crisis.

Burnout memang salah satu permasalahan yang kerap melanda para pekerja. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Arizona State University pada tahun 2019 menyebutkan bahwa burnout bisa muncul ketika karyawan tidak dapat menyatukan tujuan yang mereka miliki untuk diri sendiri dengan tujuan yang ditetapkan atasan untuk mereka. Sering disebut juga sebagai sindrom kelelahan, burnout bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan tidak maksimal dalam pekerjaannya. Selain itu, burnout juga dapat memunculkan emosi negatif akibat stres yang berkepanjangan. Lalu, sebenarnya apa saja tanda seseorang mengalami burnout?

Terus merasa kelelahan

Bukan hanya secara fisik, kamu juga merasa kelelahan secara mental dan emosional. Di pagi hari, rasanya sulit sekali untuk bangun dan memulai hari lalu bekerja. Meski kamu merasa sudah menyempatkan diri untuk istirahat cukup, rasa kelelahan itu tetap muncul lagi dan lagi.

Merasa terasing

Emosi negatif bisa muncul ketika kamu mengalami burnout. Sikap sinis terhadap orang-orang kantor dan merasa terasing akhirnya kerap muncul. Kamu memilih menghindari perkumpulan karena khawatir tentang beban bersosialisasi atau soal penilaian orang lain tentangmu.

Tidak bisa konsentrasi

Kelelahan dan stres bisa menurunkan daya konsentrasi. Ketika fokus hilang, tentu hal ini dapat berpengaruh terhadap efektivitas kerja. Kamu merasa semua tugas terlalu berat dan menekan, belum lagi jika harus dihadapkan dengan pekerjaan rutin yamg membosankan sehingga menurunkan semangat untuk menyelesaikannya.

Kehilangan motivasi

Kamu malas bangun pagi untuk datang ke kantor atau kamu tidak lagi antusias dengan pekerjaan yang kamu terima adalah tanda lain dari mengalami burnout. Tidak ada lagi motivasi kuat yang bisa mendorongmu menyelesaikan pekerjaan. Semuanya terasa berat dan membosankan.

Tidak peduli pada diri sendiri

Ketika mengalami sindrom burnout, kamu akan memasuki fase dimana peduli dengan diri sendiri tidak begitu penting. Semua terlalu melelahkan hingga akhirnya kamu mulai menerapkan pola hidup yang tak sehat. Makin rajin merokok, misalnya.

Daya tahan tubuh menurun

Mengalami stres berkepanjangan juga bisa berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dari penyakit. Apalagi jika kamu menambahnya dengan menerapkan pola hidup tak sehat. Kamu bisa mengalami pusing, sakit punggung, ataupun nyeri di leher tanpa penyebab yang jelas.

Mengalami burnout tentu buruk bagi tubuh dan performa kerja. Mengatasi masalah tersebut, kamu harus mencari tahu apa yang begitu membuatmu stres dan tidak semangat bekerja. Menurut penelitian, salah satu metode efektif dalam mengatasi burnout adalah dengan mencari cara agar bisa menyatukan tujuan yang kamu ciptakan untuk diri sendiri dengan tujuan yang ditetapkan perusahaan. Dengan begitu, pekerjaan yang kamu lakukan tidak akan lagi dilihat sebagai beban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun