Popomangun: Setiap Orang Itu Kreatif, Tinggal Kemauan Menekuni

Jobhuners, kalian sadar nggak kalau saat ini industri kreatif semakin berkembang dan menjadi salah satu sektor prospektif untuk kalangan milenial. Semakin banyak bisnis yang membutuhkan tangan-tangan kreatif untuk keperluan branding. Nah, dalam industri kreatif, Creative Director merupakan salah satu posisi penting yang berperan dalam menentukan segala proses kreatif suatu project. Minggu lalu, Jobhun berkesempatan untuk ngobrol dengan Popomangun, Creative Director di studio kreatif yang dibangunnya sendiri, Mangun & Co.

Popomangun, Founder & Creative Director Mangun & Co. Studio

1. Hai Popo, apa kabar? Sedang sibuk apa aja, nih?

Hi, Jobhun! So far so good. Belakangan ini lagi sibuk create, rebranding, and making collaboration dengan beberapa fashion brand aja nih, sama jaga kesehatan dengan tidur yang cukup hehe

2. Apa itu Creative Director? Apa saja peran dan tugas sehari-hari yang dilakukan?

Secara pengertian sederhananya ya men-direct hal-hal atau kegiatan yang sifatnya kreatif. Namun secara peran sebenarnya tugas creative director pada umumnya merencanakan, mengarahkan sampai mengawasi proses kreatif dan kinerja semua orang yang terlibat aja sih. Sisanya bermain, makan dan bernafas.

3. Sebagai seorang Founder sekaligus Creative Director sebuah studio kreatif, menurut Popo sendiri, apa modal utama yang mendukung untuk bisa berkarier di bidang ini?

Modal utamanya paling nggak mengetahui produk apa saja yang mau dikerjakan sih, paling nggak paham betul tentang produknya yang mau dijual. Misalnya, di studio kami produknya kami bagi 2 di ranah Art and Graphic Desain. So far semuanya tentang visual. Dari kedua ranah tersebut kami bagi kembali ke yang sifatnya untuk consultant dan jasa untuk pengerjaannya. Di ranah Art kami mengerjakan Mural, Workshop, Instalasi dan Artwork untuk pameran juga merchandise brand lain atau kolaborasi. Di ranah Graphic Design, Photo and Video, kami mengerjakan beberapa branding untuk klien di bidang Fashion dan FnB, sih.

4. Mengapa tertarik menjalani karier di dunia creative design? Masih ingat nggak, apa proyek pertama Popo yang berkaitan dengan desain? 

Sebenarnya tertarik jelas alasannya karena basic-nya saya suka dengan dunia visual, ya. Melalui proses dan mediumnya yang bisa dikembangkan sejalan waktu, juga teknologinya, alhasil selain bisa menjalani kesenangan pribadi, juga bisa menghidupi diri juga, sih.Wah kalau untuk proyek pertamanya waktu itu secara nggak sengaja membantu branding usaha teman sih yang bergerak di bidang Fashion dan FnB, sehabis itu jadi keterusan membantu teman yang satu ke teman yang lainnya, dari mulut ke mulut sampai banyak kenalan baru juga.

5. Kalau di dunia profesional sendiri, bagaimana perjalanan karier Popo?

Jelas di setiap proses perjalanan karier pasti selalu ada naik turunnya, ya. Tapi mungkin karena berangkat dari kesenangan dan mendapatkan kepercayaan dari teman dan klien, jadi di setiap prosesnya selalu ada perkembangan, sekecil apapun menurut saya itu penting, karena saya percaya setiap orang itu kreatif tapi nggak semua orang rajin dan mau terus berusaha.

6. Soal Mangun & Co., bagaimana ceritanya sampai akhirnya Popo bisa mendirikan studio kreatif?

Cerita berdirinya sederhana sih, karena memang ada kebutuhan dari sekitar saya, misalnya sewaktu teman meminta bantuan membuat branding untuk usahanya. Dari situ saya dan tim percaya, di setiap usaha apapun itu bidangnya pasti selalu membutuhkan pekerjaan yang bersentuhan dengan visual things seperti Graphic Design, Photo-Video dan Artwork (Mural, Installation, dan lainnya). Sisanya dibalut dengan ide konsep dan konten kreatif yang menyesuaikan marketnya saja.

7. Apa arti profesi ini bagi Popo? Apa pengalaman yang paling berkesan selama bekerja?

Profesi ini buat saya seperti taman bermain ya. Saya menyebutnya ini bukan bekerja, karena orang tua saya sendiri ketika melihat saya sedang menggambar atau memotret produk klien kami, mereka mengiranya saya sedang bermain, jadi ya saya amini. Karena memang masih banyak sekali stigma kalau bekerja itu ya harus di kantor dan berpakaian rapi. Ya tidak apa-apa juga, tapi saya lebih memilih untuk bermain yang menghasilkan rupiah aja sih, gak mau kerja di kantor, capek hehe.

8. Siapa sosok idola/karya di bidang ini yang membuat Popo terinspirasi dalam bekerja? Ceritain dong!

Inspirasi saya banyak, tukang bubur langganan saya sarapan pagi itu jelas menginspirasi buat saya harus selalu rajin bangun pagi supaya saya nggak kehabisan buburnya buat sarapan. Karena kalau saya nggak sarapan saya suka lemas terus jadi males buat mikir ujung-ujungnya malah tidur yah malah jadi nggak produktif kan, itu bahaya sih saya menghindari banget yang kaya gitu. Tapi kalau inspirasi tokoh atau sosok dibidang ini banyak banget sih nanti deh saya kasih tahu satu-satu di lain kesempatan ya hehe.

9. Sebutkan starter kit seorang Creative Designer menurut Popo!

Starter Kit pertama yang harus kita punya adalah investasi mindset “Kalau mau kaya raya ayo jangan malas, malu sama Rafatar hehe”. Terus lihat aja ada peralatan apa aja yang ada di sekitarmu, dulu saya cuma punya sketchbook dan spidol hitam seharga Rp1500 buat bikin logo, desain dan artwork untuk klien, hasil dari itu semua saya tabung dan sekarang alhamdulillah saya punya SDM yang lebih jago menggambar dan mau bekerja bareng sama saya. Jadinya saya cuma bantu ide konsep dan cara penggarapannya aja hehe. Sisanya ya sesuai kebutuhan dari profesinya aja sih. Kalau kamu fotografer jelas ya harus punya kamera, nanti bermainnya bagaimana? Nggak mungkin motret pake gitar juga kan?

10. Apa tips atau pesan dari Popo untuk Jobhuners yang ingin menekuni karier sebagai Creative Designer?

Aduh tips nya istirahat yang cukup dan banyak minum air putih aja deh ya, saya pernah punggung belakang saya sakit karena keenakan main terus kurang minum air putih alhasil saya jadi miskin 1 bulan karena masuk rumah sakit. Nggak bisa makan enak, terus nggak bisa ngapa-ngapain pokoknya nggak enak deh, pokoknya itu aja ya teman-teman Jobhun! Hehe Sorry kalau ada kekurangan biasanya kalau ada kelebihan itu cuma anak-anak indigo yang punya hehe. Thanks ya, gengs!

Seru ya, ngobrolin profesi Creative Director dengan Popo! Kalau kamu tertarik untuk berkarier di industri kreatif seperti Popo, jangan ragu untuk berusaha dari awal, mulai dari membantu teman sampai bisa memperluas networking untuk project-project yang lebih banyak. Seperti kata Popo, setiap orang itu kreatif, tapi nggak semua mau berusaha dan menekuni bidang ini. Menginspirasi sekali ya, Jobhuners!

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami