Pasang Loker

Rajasa Fikri: Manajer Muda DILo Telkom yang Lintas Profesi

Pesatnya pertumbuhan bisnis startup di kalangan generasi muda belakangan ini membuat salah satu perusahaan BUMN, yakni Telkom Indonesia, turut andil memberikan dalam memberikan sarana sebagai wadah berkembangnya sebuah startup. Bahkan bias dibilang tidak hanya berkembang saja, namun Telkom juga turut membantu melahirkan startup-startup baru. Melalui DILo (Digital Innovation Lounge), Telkom berharap dapat memberikan tempat yang bisa membantu pertumbuhan startup di Indonesia.

CAREER_FIKRI

Terlepas dari hal ini, tentu ada orang-orang hebat yang turut berkontribusi aktif untuk memperkenalkan manfaat DILo kepada setiap penggerak startup di Indonesia. Salah satunya ialah Muhammad Rajasa Fikri yang merupakan Manager dari DILo Surabaya ini. Sekalipun background pendidikannya bukan berasal dari disiplin ilmu manejarial dan IT, pria kelahiran 21 Juli tahun 1990 ini berhasil membuktikan manis dan asiknyanya perjalanan karir yang dimulai dari hobi. Ia mengaku dengan terus aktif berorganisasi, maka seseorang akan secara langsung mendapatkan pelajaran dari pengalaman hidup orang lain. Secara otomatis banyak juga bidang yang dapat dikenali dan digali dengan bergabung dengan berbagai organisasi tersebut. So, mari kita simak kisah perjalanan karir pria lulusan Teknik Fisika ini yuk Jobhuners.

  1. Bagaimana sih awal mula Fikri bisa memulai karir di bidang IT hingga berhasil menduduki posisi manager di DILo ini?

Awalnya hanya sebagai programmer yang loncat-loncat mengikut proyek sana-sini saat masih menjadi mahasiswa. Bahkan saat itu pernah dibayar 2M (Makasih Mas). Namun bagi saya yang penting pengalaman dulu. Lalu saya mulai aktif di berbagai kompetisi IT, baik local maupun nasional. Selain itu, saya juga aktif di komunitas Suwec (Surabaya Web Community). Kebetulan pada tahun 2014 ada launching DILo yang menggaet komunitas Suwec ini. Awal mula saya bergabung di DILo sebagai admin, kemudian selang beberapa tahun saya menggantikan manager sebelumnya yang keluar karena fokus dengan startup-nya.

  1. Apa sih yang membuat Fikri kepikiran untuk memilih bergabung dan berkarir dengan dunia startup?

Lebih fleksibel sih, bisa kenal dan ketemu banyak orang. Jam kerja juga nggak terlalu saklek, ya. Kadang bisa longgar, tapi kadang bisa padat sampai lupa makan (Sengaja melupa hehehe). Dan yang paling penting, karena IT dan startup perkembangannya cepat, sehingga hal ini menurut saya sangat menantang.

  1. Apa hal yang memotivasi Fikri untuk mengambil bidang yang cukup menyimpang dari background pendidikan fisika saat kuliah?

Hidup memang pilihan, saya beruntung kuliah di kampus saya dulu, meskipun beda dengan passion saat ini. Bagi saya kuliah itu bukan hanya materi apa yang kita pelajari, tapi yang lebih penting bagaimana komunikasi kita, beradaptasi, dan banyak hal yang bisa kita dapatkan saat duduk di bangku pendidikan.

  1. Apakah ada hal basic yang turut mendukung Fikri untuk terus berkarir dibidang IT hingga saat ini?

Basic-nya sih back end developer web, tapi saya masih belajar untuk mobile app.

  1. Membahas startup dan DILo, menurut Fikri apa sih yang bisa menyatukan keduanya?

Startup itu ibarat bayi. DILo ini mungkin seperti wadah yang berusaha untuk membuat startup itu nyaman, berkembang, dan hingga akhirnya bisa menemukan jalan mereka.

  1. Lalu antara startup dan DILo, manakah yang lebih diutamakan oleh Fikri?

Dua hal yang tidak bisa terpisahkan sepertinya, antara makan dan minum, DILo dan startup saling berkaitan.

  1. Tentang pengembangan skill manajerial yang dimiliki saat, Fikri belajar dari mana? Apakah hanya dari passion, dari komunitas, atau memang pernah mengikuti bimbingan kursus manajerial informal?

Pada saat masih sekolah dan kuliah kalau bisa kita aktif di organisasi, jangan kupu-kupu alias kuliah pulang saja. Karena saat kuliah itu lah masa dimana kita bisa lebih nyaman melakukan banyak hal. Saya banyak belajar saat kuliah untuk hal ini. Saya terbiasa fokus belajar dan berorganisasi saat kuliah. Kalau sudah lulus tuntutan makin banyak, sehingga terkadang bikin kita nggak bisa leluasa mencoba banyak hal.

  1. Jika dianggap jumping dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki Fikri sekarang ini, bagaimana sih cara menanggapinya?

Yang penting mau belajar, urusan mampu belakangan. Semoga orang bergerak dan berkembang, bukan berarti background saya sebelumnya tidak bagus, tentu tidak, kampus saya melahirkan banyak orang-orang hebat di bidangnya, ya meskipun akhirnya saya ganti bidang.

  1. Untuk berbagai challenge yang sudah dihadapi sejauh ini, tantangan apakah yang paling berat? Dan bagaimana cara menyikapinya?

Tantangan yang peling berat sih membuat startup yang notabene kembang kempis bisa terus berkembang, entah dia ganti model bisnis atau bahkan ganti startup, disini letaknya, membuat orang semangat lagi ketika habis down, hingga kembali mengembangkan startup sampai berhasil.

  1. Selain tantangan pasti ada kenangan. Nah, hal apa yang paling memorable selama berkarir di dunia startup sekaligus mengembangkan DILo menurut Fikri?

Hal yang paling berkesan ialah saat melihat teman-teman yang ikut belajar di DILo menjadi sukses, seperti salah satu peserta Coding Mum Surabaya yang menjadi juara kompetisi IT nasional hingga diundang menjadi pembicara di Hongkong oleh BEKRAF. Salah satu startup yang aktif di DILo juga mendapatkan beberapa pendanaan, hal ini sangat membuat saya senang dan kagum dengan mereka

  1. Apakah ada target yang ingin didapatkan DILo untuk beberapa waktu ke depan?

Target kami ada beberapa startup yang go nasional dan profitable hingga mendapatkan pendanaan.

  1. Apakah ada saran yang ingin dibagi untuk para generasi muda yang sedang menggencarkan bisnis startupnya?

Banyak belajar, jangan cepat puas karena kepuasan akan menghambat diri kita sendiri.

  1. Bagaimana tips dan trik ala Fikri yang bisa ditiru Jobhuners jika ingin menekuni bidang IT sekalipun tidak berasal dari disiplin IT?

Kalau awalnya kita belum di bidang iT, sering-sering aja buat datang ke acara-acara IT. Kenalan sama banyak orang, gali ilmunya, karena belajar pada orang yang tepat itu lebih cepat.

Nah, bagaimana Jobhuners? Cukup menarik ya perjalanan dari salah satu manajer muda DILo ini. Jadi, bagi kamu yang juga ingin bisa seperti Fikri atau ingin bisa berkarir sekalipun bukan dari bidang yang selama ini dijalankan, jangan putus asa. Kamu bisa mengikuti jejak Fikri, dimana ia terus fokus belajar dan berusaha untuk menuju pintu keberhasilan.

(Artikel ini ditulis oleh Azizah Nuraini)

About Author

Building my startups, Jobhun. Also managing DILo Surabaya coworking space. I also leading my communities, Facebook Developer Circles Surabaya and Tech In Asia City Chapter Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami