Pasang Loker

Sabda PS, Membuat Alternatif Pendidikan yang Berkualitas Melalui Zenius Education

Melihat fakta kurang kompetennya guru-guru di Indonesia dan percaya bisa menawarkan alternatif pendidikan yang berkualitas, Sabda PS bersama rekannya membangun Zenius Education, sebuah perusahaan pendidikan berbasis teknologi, yang saat ini layanannya telah digunakan puluhan juta pelajar di Indonesia. Di tangan Sabda bersama timnya, Zenius lahir sebagai bentuk revolusi pendidikan di Indonesia dengan cara mempromosikan cara berpikir kritis, logis, rasional, dan pengetahuan sains yang terintegrasi terhadap semua pelajar Indonesia. Namun bukan berarti tanpa hambatan, perjalanan kesuksesan Zenius Education sangat panjang lho, Jobhuners. Penasaran dengan kisah perjalanan karier Sabda dalam membangun Zenius Education ini? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Apa pekerjaan Sabda saat ini?

Saat ini menjadi CEO dari Zenius Education.

Kapan Sabda mulai merintis Zenius?

Tahun 2004, tapi saat itu masih dalam bentuk bimbel offline.

Bagaimana awal Sabda mula bisa tercetus ide untuk membuat Zenius Education?

Melihat fakta kurang kompetennya guru-guru di Indonesia dan percaya bisa menawarkan alternatif pendidikan yang berkualitas. Berkualitas di sini maksudnya adalah mencerahkan dan membangun pola pikir yang ilmiah dan rasional. Pendidikan berkualitas hanya bisa diselenggarakan oleh orang-orang dengan dasar berpikir yang sudah benar, logika yang baik, serta kemampuan matematika dan sains dasar yang mumpuni. SDM Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan nyaris tidak ada yang memenuhi kualifikasi ini. Dan secara umum, kita memang kekurangan supply manusia dengan kualifikasi ini (apalagi di tahun 2004 saat awal Zenius berdiri). Oleh karena itu, Zenius merekrut orang-orang dengan kapasitas berpikir terbaik di negara ini dan melatih mereka menjadi guru. Karena mendidik itu harus dimulai dari pola pikir yang benar dulu, skill mengajar bisa dilatih kemudian. Setelah itu, dengan modal puluhan orang-orang terbaik, Zenius memanfaatkan teknologi untuk membuat didikan mereka bisa sampai kepada jutaan anak di seluruh nusantara.

Mengapa Sabda tertarik untuk menekuni bidang ini?

Karena hidup kita akan terancam apabila Indonesia semakin terkungkung dalam paradigma berpikir yang salah, terutama apabila takhayul dan irasionalitas semakin marak menguasai pikiran masyarakat kita. Apalagi negara kita bersistem demokrasi, bisa bayangkan apabila sistem ini dijalankan di masyarakat yang buta sains dan tidak rasional? Semua keputusan publik kita akan menjadi setumpuk kebodohan belaka yang tidak memberikan solusi, malah membanjiri hidup kita dengan masalah-masalah yang tidak penting atau tidak jelas karena hanya berdasarkan takhayul, mitos, sesat data, atau sesat pikir belaka.

Sebelum terjun di bidang ini, apa pekerjaan Sabda terdahulu?

Techno-preneur di bidang e-commerce dan industri software.

Menurut Sabda, apa sih modal utama untuk menjalani pekerjaan ini?

Kemauan, determinasi, dan kreativitas untuk mencari metode yang sukses untuk benar-benar mencerdaskan dan mencerahkan orang, bukan sekadar jualan nilai UN tinggi atau lolos SBMPTN belaka. Terdapat pula beberapa skill yang dibutuhkan untuk bisa keep up dengan misi ini, antara lain filsafat, logika, critical thinking, matematika, sains, dan framework evolusi. Kemudian juga kemampuan untuk bisa disegani dan dipercaya oleh orang-orang jenius, karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Zenius membutuhkan SDM yang terbaik dari terbaik untuk bisa menyelenggarakan pendidikan berkualitas.

Terkait Zenius Education, apa saja sih yang Sabda kerjakan?

Sebagai CEO, beberapa hal yang dikerjakan antara lain menginisiasi inovasi produk dan teknologi, menentukan visi dan arah kebijakan perusahaan, menyebarkan visi perusahaan kepada karyawan Zenius Education, investor, dan masyarakat luas, membuat prototipe produk, dan training karyawan.

Selain aktif di Zenius, apa ada kesibukan lainnya?

Menggarap anak perusahaan Zenius yang bernama Agora dan mengelola INETA (Indonesian Edtech Association).

Bagaimana pendapat Sabda mengenai semakin banyaknya platform yang tujuan dan segmentasinya serupa dengan Zenius?

It’s only natural, pasti akan selalu ada kompetisi. Dan dengan semakin banyak orang yang memanfaatkan teknologi untuk menyelenggarakan pendidikan, tentu saja akses terhadap pendidikan akan semakin meluas. Namun, akses terhadap pendidikan tidak selalu berarti baik. Pertama, pendidikan yang salah semakin banyak diakses akan membuat semakin banyak orang mengadopsi paradigma yang salah. Jadi, akses semakin meluas bisa berarti buruk apabila konten yang diakses itu buruk. Kedua, jika kita fokus memberikan pendidikan yang mencetak orang-orang mahir di bidang teknologi, bisnis, kedokteran, dan lain sebagainya, tetapi paradigma berpikirnya tidak betul-betul saintifik dan rasional, maka bisa jadi skill mereka malah mereka pakai untuk melakukan hal-hal yang destruktif karena dorongan ideologi atau kepercayaan yang delusional, irasional, sesat data, dan sesat pikir. Akses terhadap pendidikan yang tidak coveringhal-hal fundamental terkait pola pikir seperti ini malah bisa jadi berbahaya.

Apa suka duka Sabda bekerja di bidang ini?

Sukanya ya menantang, dikelilingi orang-orang super cerdas, diapresiasi oleh anak-anak super cerdas, mendorong untuk selalu kompetitif dan belajar terus, dan tidak pernah membosankan, semakin hari semakin seru. Dukanya ya kesulitan meyakinkan masyarakat luas bahwa pendidikan ala Zenius ini penting dan bahwa perubahan paradigma manusia Indonesia itu mungkin terwujud.

Dalam menjalankan bidang ini, apa Sabda mempunyai role model tersendiri?

Ada role model, yakni:

– Tan Malaka untuk visinya yang sama dengan visi Zenius dalam hal paradigma seperti apa yang harus ditanamkan dalam diri manusia Indonesia.

– Charles Darwin untuk kemampuannya membangun pemodelan dari data-data yang sangat banyak dan bertaburan di berbagai tempat, kemudian pemodelan itu bisa diaplikasikan ke dalam berbagai macam hal dengan akurasi tinggi.

– Richard Dawkins untuk keberaniannya mengatakan, mengampanyekan, dan memperjuangkan apa yang menurutnya benar meskipun hal itu sangat tidak populer di tengah masyarakat.

– Kartini untuk kemampuannya menangkap informasi yang penting dari berbagai macam bacaannya dan akhirnya tercerahkan, kemudian menuliskan ide-ide yang luar biasa cerdas untuk ukuran zaman itu.

– Marie Curie untuk dedikasi dan pengorbanannya demi pengembangan sains dan hasilnya telah dinikmati milyaran manusia di dunia hingga saat ini, sangat pantas meraih dua nobel di bidang Fisika dan Kimia untuk kerja kemanusiaannya itu.

– Richard Feynman untuk kemampuannya mengajar yang luar biasa, a genius yang mendidik dengan mengutamakan hal-hal yang fundamental dalam membentuk pola pikir yang benar menggunakan teknik komunikasi yang bisa dengan mudah dipahami orang.

– Thomas Alva Edison untuk kemampuannya melakukan inovasi dan memasarkan hasil inovasinya sehingga semua teknologi karyanya dapat terus diproduksi untuk dimanfaatkan banyak orang, sekaligus menciptakan industri besar yang menjadi keuntungan ekonomi bagi masyarakat dunia. Juga untuk kemampuannya membuat hasil inovasi dari dasar teori sains yang kuat untuk dipatenkan.

Apakah ada hal paling berkesan selama kamu menekuni bidang ini?

Melihat murid-murid yang akhirnya tercerahkan dan ikut mendukung visi-misi Zenius dan bisa mengapresiasi apa yang Zenius kerjakan secara mendalam.

Apa target jangka pendek dan panjang yang ingin Sabda capai?

Jangka pendeknya, membuat inovasi yang Zenius kerjakan dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang secara semakin masif. Jangka panjangnya, mewujudkan visi dan misi Zenius untuk mencerahkan Indonesia.

Apakah ada saran dan tips untuk mereka yang mungkin ingin terjun ke bidang yang sama sepertimu?

Sarannya buat yang benar-benar ingin terjun ke bidang ini, baiknya ngobrol sama saya dan lebih baiknya lagi sih gabung Zenius aja 🙂

Bagaimana menurut kamu Jobhuners, sukses itu membutuhkan waktu yang sangat panjang bukan? Dengan memiliki semangat yang luar biasa untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia, Sabda bisa berhasil membuat Zenius Education yang memiliki impact sangat besar di bidang pendidikan. Tentunya semua diraih karena kerja keras dan tekad yang kuat, Jobhuners. Tetap semangat ya meraih karier impianmu.

About Author

CEO of Jobhun | Manager @dilosurabaya | Lead @facebookdevcsub | TechInAsia Chapter Leader SUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Tanya ke Jobhun