Saraya Adzani: Bekerja Itu Proses Mengumpulkan Ilmu

Jobhuners, pasti kalian sudah sering dengar tentang profesi Public Relations atau Staf Hubungan Masyarakat. Sebagian besar perusahaan tentu punya divisi Public Relations, terutama perusahaan di bidang media yang memang memerlukan divisi ini untuk membangun brand yang dikenal baik masyarakat. Nah, kali ini Jobhun menghadirkan cerita tentang profesi Public Relations di salah satu industri media online yaitu IDN Times. Yuk, simak obrolan Jobhun dengan Saraya Adzani tentang perjalanan kariernya di bidang Public Relations.

Apa kabar, Saraya? Bagaimana kesibukan selama work from home?

Hai, Jobhuners. Kabar baik nih. Selama work from home masih seperti biasa sih kesibukannya, kerja dari pagi hingga sore lalu cari-cari kegiatan untuk mengisi waktu luang. Semoga kabar Jobhuners juga baik-baik aja, ya.

Apa saja tugas sehari-hari yang harus Saraya lakukan di divisi Public Relations & Partnership?

Sehari-hari aku mengerjakan beberapa program untuk kebutuhan branding perusahaan. Mulai dari membuat PR (Public Relations) campaign hingga melakukan kerja sama yang strategis dengan pihak-pihak eksternal. Apalagi karena pandemi COVID-19 ini, beberapa program harus kita sesuaikan agar tetap bisa relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagaimana perjalanan karier Saraya hingga akhirnya bekerja sebagai seorang Public Relations?

Awalnya aku nggak merencanakan untuk bekerja sebagai PR. Tetapi, aku ini termasuk orang yang selalu terbuka untuk mencoba bidang pekerjaan baru, bahkan bisa dibilang selalu penasaran untuk eksplor. Kalau dilihat track record pekerjaan aku, hampir semua bidangnya berbeda. Aku nggak mengklaim bahwa berpindah-pindah bidang pekerjaan adalah hal yang bagus. Hanya saja, menurutku, setiap orang punya caranya masing-masing untuk menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan dirinya.

Menurut Saraya, apa kualifikasi yang harus dimiliki untuk bisa bekerja di bidang Public Relations? Apakah harus dari background pendidikan tertentu?

Wah, tentu kualifikasinya beragam ya, karena jobdesc PR di masing-masing industri pun bisa berbeda. Tapi menurutku ada dua hal utama yang akan bermanfaat bagi karier kamu di bidang apapun itu, yaitu kemampuan komunikasi (secara lisan dan tulisan) serta kemampuan membangun network. Meskipun begitu, memiliki latar belakang pendidikan di bidang PR/humas tentu akan menjadi nilai tambah tersendiri. Kamu jadi lebih mengerti ilmu-ilmu yang melandasi pekerjaan seorang PR. Tapi menurutku bidang pekerjaan PR ini sangat terbuka untuk orang dengan latar belakang pendidikan apapun. Yang penting, jangan berhenti atau malu untuk belajar.

Menurut Saraya, apa persiapan yang bisa dilakukan Jobhuners yang ingin menjadi seorang  Public Relations?

Cari beragam referensi tentang jobdesc PR. Seperti yang aku bilang sebelumnya, pekerjaan PR di tiap industri/perusahaan bisa berbeda-beda. Ada yang lebih fokus dalam penulisan press release atau mengadakan press conference, ada juga yang lebih fokus untuk membuat communications campaign atau mengelola media sosial perusahaan. Dari situ kamu jadi bisa memetakan keunggulan diri kamu dan mempelajari hal-hal yang kamu rasa akan dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan kamu sebagai PR.

Apa tantangan dari profesi yang Saraya jalani? Selain itu, apa hal yang paling berkesan bagi Saraya selama bekerja?

Mungkin tantangannya adalah menghadapi dinamika yang cepat berubah, entah itu tren di masyarakat maupun dari kebutuhan perusahaan. Untungnya aku berada di lingkungan pekerjaan yang sangat supportive dan terbuka untuk berdiskusi sehingga tidak perlu takut jika menghadapi kesulitan atau ada hal yang tidak kita tahu. Hal ini juga yang menjadi pengalaman berkesan dalam pekerjaanku.

Apakah Saraya pernah mengalami jatuh bangun dalam berkarier? Bagaimana cara Saraya melewatinya?

Pasti pernah, dong! Aku pun pernah bekerja dalam situasi yang kurang menyenangkan dan kurang sesuai dengan diri aku. Itu bukan fase yang mudah dan cukup mempengaruhi performa pekerjaanku juga. Lalu seorang temanku bilang kalau yang bisa menentukan solusi terbaik dari masalahku saat itu hanya diriku sendiri karena aku yang paling kenal kondisi diriku. Di situ aku belajar untuk lebih ‘mengenal’ diri sendiri, termasuk dalam urusan pekerjaan.

Apa pesan dari Saraya untuk Jobhuners yang masih berusaha meniti kariernya?

Nggak perlu minder kalo kamu masih bingung ketika ditanya passion-nya apa atau mau kerja di bidang apa. Kalau di tengah perjalanan karier kamu menemukan hal yang tidak kamu suka atau merasa ingin melakukan hal lain, embrace it! Dan jangan takut mencoba hal baru/berbeda. Menurutku bekerja itu juga seperti belajar, mengumpulkan ilmu. Tidak ada yang sia-sia, percayalah pasti ada satu-dua ilmu yang kelak akan berguna di pekerjaan kamu selanjutnya meskipun bidangnya berbeda.

Nah, itu tadi sekilas cerita karier Saraya. Menurut Saraya, bekerja merupakan proses mengumpulkan ilmu. Jadi nggak masalah kalau beberapa pekerjaanmu terkadang tidak relevan dengan pekerjaan sebelumnya. Ingat, nggak ada ilmu yang sia-sia, kan? Tetap semangat ya untuk terus menimba ilmu dari pekerjaan yang sedang kamu jalankan.

About Author

Nabila Aulia Putri
Public Relations & Creative Content Specialist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami