Pasang Loker

Tahun 2030: Pekerjaan Manusia vs Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intellegence) berkembang cukup pesat akhir-akhir ini. Mulai dari Google Assistant, asisten virtual milik Google, hingga Siri milik Apple, atau mungkin self driving cars, semuanya menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Tujuan mereka dikembangkan untuk memudahkan umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi kecerdasan buatan yang dianggap “memudahkan”, mulai menciptakan perubahan besar yang sangat berarti. Menurut penelitian McKinsey Global Institute, teknologi kecerdasan buatan diprediksi bisa gantikan 800 juta pekerjaan di tahun 2030. Dilansir dari laman Instagram @techinasia_id, inilah beberapa pekerjaan yang diprediksi membutuhkan sedikit tenaga manusia dan bisa terganti dengan teknologi kecerdasan buatan. Langsung saja simak!

Tenaga medis

Peneliti di Washington menemukan alogaritme yang bisa mendeteksi penyakit parkinson berdasarkan histori medis pasien. Pemerintah Inggris juga ingin berinvestasi langsung pada sistem kecerdasan buatan untuk mendeteksi kanker yang diproyeksikan bisa menolong 22.000 nyawa tiap tahun pada 2033 mendatang. Sebenarnya peran dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya tetap tidak benar-benar hilang. Namun dengan adanya penemuan di atas, tenaga medis yang dibutuhkan otomatis akan berkurang secara signifikan.

Supir

Aptiv Lyft berhasil membuat mobil tanpa awak (self driving cars) yang berfungsi hampir sempurna dan sudah pernah diuji coba di ajang CES 2018. Mobil robot ini sudah dilengkapi berbagai sensor, sehingga bisa mengenali lingkungan di sekitarnya. Selain itu, mobil ini juga dapat melakukan rangkaian perintah untuk tahu kapan waktunya berhenti, belok, maju, dan masih banyak lagi. Kalau mobil robot ini nantinya benar-benar sudah dipakai secara luas, apakah menurut Jobhuners jasa sopir masih perlu?

Analis keuangan

Jika biasanya butuh waktu berjam-jam untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan data keuangan, teknologi kecerdasan bisa menemukan solusinya. Sudah tersedia platform seperti Kensho yang bisa mengolah data keuangan dalam hitungan menit.  Ada juga Robo Advisors milik Wealthfront yang bisa mengatur keuangan secara otomatis. Jika sekarang saja sudah bertebaran banyak platform serupa, lalu bagaimana dengan 2030 nanti?

Asisten pengacara

Posisi karyawan magang yang ada di kantor pengacara diprediksi terancam. Ilmuwan IBM (International Bussiness Machine), Zhong Su, sedang membangun sistem kecerdasan buatan yang bisa mempermudah pengacara menelusuri kontrak yang bisanya berjumlah ratusan lembar. Teknologi yang sedang dikembangkan ini memungkinkan pengacara mencocokkan data dari tumpukan dokumen kontrak hanya dengan satu klik mouse saja.

Pekerja bangunan dan tenaga kerja lapangan lainya

SAM (Semi Automated Mason) adalah mesin yang bisa memasang dan menyemen bata dalam pekerjaan konstruksi bangunan. SAM diklaim bisa melakukan pekerjaan memasang dan menyemen bata enam kali lebih cepat dari manusia biasa. Selain itu, perusahaan asal Belgia bernama Octinion, juga sudah berhasil membuat robot untuk memetik buah stroberi. Bisa Jobhuners bayangkan dong, bagaimana kira-kira di tahun 2030 nanti?

Musisi dan seniman

Musisi yang dimaksud adalah mereka yang suka membuat stok musik untuk iklan atau layanan komersial. Profesi mereka bisa saja tergantikan oleh kecerdasan buatan seperti platform Computoser yang bisa membuat musik stok dalam hitungan detik. Selain itu, para peneliti di Rutgers University, University of North Carolina, Lehigh University, dan Chinese University of Hong Kong, bahkan sudah menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang bisa membuat gambar berkuaitas tinggi, hanya dari deskripsi teks semata.

Layanan pelanggan

Sebenarnya saat ini pun, profesi yang satu ini perlahan-lahan mulai berubah sejak kemunculan internet. Apalagi, sekarang ada startup lokal Kata.ai yang sudah bisa membuat layanan kata. Bot Platform yang memungkinkan pengguna merancang chatbot tanpa perlu mempelajari infrastruktur dari nol. Di lain sisi, kehadiran Google Home dan Amazon Alexa, baru-baru ini juga makin mempertegas profesi layanan pelanggan dan telemarketer yang bisa tergantikan dalam waktu dekat

Koki

IBM membuat kecerdasan buatan bernama Watson yang bisa membuat resep makanan baru hanya dengan pendekatan kimiawi dan mengombinasikan rasa yang sudah ada. Selain Watson buatan IBM, Miso Robotics juga membuat robot buatan bernama Flippy yang bisa membalikkan daging burger dalam panggangan dan menyajikannya langsung ke pelanggan. Tidak secara drastis mengganti pekerjaan koki secara menyeluruh, namun siapa tahu kecerdasan buatan ini akan sangat memudahkan pekerjaan koki hingga mungkin tidak membutuhkan tenaga koki tambahan seperti asisten koki atau bahkan pelayan.

Jurnalis

Salah satu agensi berita di Inggris, Press Association, sedang membangun teknologi baru bernama RADAR (Reporters and Data Robots). RADAR menggunakan data terbuka dan dari reporter untuk menulis kurang lebih  30.000 berita per bulan.  Selain itu, The Associated Press Denmark, Ritzau, sudah menerapkan konsep serupa untuk berita finansial.  Sementara itu, Washington Post pernah menerapkan konsep yang sama untuk membuat automasi penulisan berita di Olimpiade Rio tahun 2016.

Apakah pekerjaanmu termasuk dalam list di atas, Jobhuners? Kita sebagai manusia bagaimanapun akan tetap dilibatkan dalam berbagai hal, walaupun mungkin kecerdasan buatan sudah giat dikembangkan. Namun, tidak ada salahnya kita selalu waspada dengan cara selalu berinovasi untuk tetap bisa bersaing dan tidak tergerus zaman. Kita juga harus tetap bijak dalam menyikapi setiap perubahan yang nantinya akan terjadi di masa depan. Jadi,  apa kamu sudah siap untuk menghadapi serangan kecerdasan buatan di tahun 2030 mendatang?

About Author

Masih Berkegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami