Tantangan Perempuan dalam Berkarier, Apa Saja?

Di zaman sekarang, menjadi perempuan memiliki keuntungan dan tantangannya sendiri. Isu kesetaraan gender pun nyatanya makin ramai diperbincangkan, termasuk dorongan untuk mewujudkan kesetaraan di dunia kerja bagi perempuan. Dalam hal ini, tentu perusahaan juga diharapkan dapat terlibat dalam menciptakan perubahan untuk tercapainya kesetaraan di tempat kerja. Bukan hanya sebatas memberikan power, melainkan juga memberikan kesempatan yang sama tanpa bias gender. Bagaimana sih peluang dan tantangan perempuan untuk berkarier saat ini?

Dikutip dari katadata, laporan Grant Thornton 2019 menyebut adanya kenaikan signifikan posisi manajemen senior yang diisi oleh perempuan. Namun, jabatan tersebut dinilai masih belum merata, yakni masih di seputar bidang sumber daya manusia (SDM)  ketimbang bidang lain dengan presentase 43% sebagai Direktur SDM,  34% sebagai Chief Finance Officer (CFO), 20% Chief Marketing Officer (CMO), serta sisanya terbagi ke posisi lainnya sebagai Chief Operating Officer (COO), Direktur Penjualan, Chief Information Officer (CIO), Chief Excecutive Officer (CEO), dan lainnya.

Di bidang teknologi yang kini makin menjadi tren, perempuan juga memiliki peluang dan tantangannya sendiri. Hasil penilitian yang dilakukan oleh Booking.com menyebutkan secara umum, para responden melihat bahwa bidang teknologi memang menarik. Mereka juga memiliki pandangan positif dan optimistis terhadap bidang satu ini. Mereka mengungkapkan, ini karena masih sedikitnya jumlah perempuan yang berkarier di bidang teknologi sehingga kesempatan masih terbuka cukup lebar. Namun, meski memiliki peluang yang cukup besar, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan secara global masih merasa kesulitan untuk ambil bagian di bidang ini. Bahkan dalam beberapa hal, pandangan menjadi perempuan dirasa lebih merugikan. Ini terlihat dari bagaimana 52% persen perempuan merasa sektor teknologi yang memang didominasi kaum laki-laki. Kemudian, hampir sepertiganya (32%) mengatakan bahwa masih adanya bias gender selama proses perekrutan merupakan tantangan tersendiri.

Dalam mewujudkan kesetaraan di dunia kerja, memang ada banyak aspek yang perlu diperhatikan, salah satunya seperti kesetaraan atas kesempatan. Termasuk kesetaraan kesempatan di berbagai level kepemimpinan di berbagai bidang. Seringkali penilaian tidak lagi berdasarkan kemampuan dan menjadi timpang karena terlalu fokus pada gender. Menanggapi isu ini, PBB telah berinisiatif untuk melakukan transformasi dengan memasukkan “Achieve gender equality and empower all women and girls” sebagai salah satu agenda “The 2030 Agenda for Sustainable Development” demi menyudahi berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Seharusnya kesempatan bekerja memang bisa terbuka untuk siapapun yang mampu menunjukkan kompetensi diri yang sesuai tanpa memandang gender. Nah, menurut kamu apa aja sih tantangan perempuan dalam mengembangkan karier?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami