Pasang Loker

The Hundred-Foot Journey: Perjalanan Menemukan Cinta dan Cita Rasa

“Food is memories”. Melalui masakan, film “The Hundred – Foot Journey” menghadirkan kisah perjalanan menemukan cinta dan cita rasa. Keluarga Kadam nggak pernah memiliki rencana untuk meninggalkan Mumbai, India. Berbekal keahlian memasak dan resep turun temurun, mereka membuka sebuah restoran. Restoran ini nggak pernah sepi pengunjung. Hingga suatu hari, kebakaran hebat mengubah hidup mereka. Pemberontakan pada sebuah pemilu membuat restoran keluarga ini turut terkena imbasnya. Ibu mereka tewas dalam peristiwa besar ini.

Papa Kadam mengajak anak-anaknya untuk merantau ke Inggris. Sayangnya, bisnis restoran di Inggris nggak membawa terlalu banyak kemajuan sehingga mereka memutuskan untuk pindah ke Eropa. Tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan izin pergi ke Eropa. Apalagi mereka merupakan orang India yang nggak memiliki sertifikasi sebagai seorang chef. Padahal, saat mengurus VISA, mereka berkata akan membuka sebuah bisnis makanan. 

Setelah melewati imigrasi, mereka pun mencari tempat tinggal di Eropa. Namun kali ini, papa Kadam nggak memiliki tujuan yang jelas. Mereka pun harus menempuh perjalanan berkeliling Eropa dalam sebuah mobil van. Di tengah perjalanan, van yang dikemudikan oleh papa Kadam hampir mengantarkan pada maut karena rem yang blong. Mereka mendapatkan pertolongan dari seorang gadis bernama Marguerite

Papa Kadam memiliki firasat untuk tetap tinggal di desa Saint Antoine Noble Val, tempat mereka terdampar. Ia pun memulai berencana nekat dengan membeli sebuah bekas restoran tua. Rencana ini nggak disetujui oleh anak-anaknya. Namun, Papa Kadam tetap nekat membuka restoran India di desa ini. Restorannya pun akan bersaing dengan restoran terbaik milik Madame Mallory. Meskipun terletak di desa, restoran ini telah mendapatkan penghargaan Michelin star yang membuatnya ramai diminati pengunjung.

Berbagai cara dilakukan oleh Madame Mallory untuk membuat restoran Papa Kadam gagal dibuka. Namun, Papa Kadam memiliki semangat yang tinggi dan keyakinan untuk berhasil. Ia percaya bahwa masakan anaknya, Hassan, patut dicoba oleh masyarakat Prancis. Awalnya, restoran milik Keluarga Kadam nggak diminati oleh warga desa yang terbiasa mencicipi masakan Perancis. Papa Kadam nggak kehabisan akal. Ia melakukan cara-cara unik, seperti berpakaian tradisional India untuk menarik pengunjung.

Meskipun cukup ramai dikunjungi, restoran Papa Kadam masih kalah dengan milik Madame Mallory. Hassan ingin banyak belajar dari Madame Mallory. Ia pun banyak bertanya pada Marguerite yang sudah lama bekerja di sana. Marguerite yang memiliki posisi sous chef berambisi untuk menjadi chef. Marguerite bercerita jika Madame Mallory menentukan pegawainya hanya dari satu gigitan omelette yang mereka buat.

Suatu hari, pertengkaran antara Papa Kadam dan Madame Mallory mulai mereda saat karyawan restoran Madame Mallory membakar restoran keluarga Kadam. Madame Mallory memecat karyawannya dan berbaikan dengan keluarga Kadam. Hassan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuatkan omelet bagi Madame Mallory. Sempat ditolak dengan masakannya sebelumnya, Hassan mendapatkan persetujuan kali ini. Bahkan, Madame Mallory mengaku bahwa masakan Hassan sebelumnya pun menunjukkan bakat yang ia miliki. 

Hassan mendapatkan kesempatan untuk belajar di restoran Madame Mallory. Hubungannya dengan Marguerite meregang, apalagi saat Hassan terpilih untuk menjadi chef utama dalam menyambut tamu spesial mereka. Namun, Hassan berhasil membawakan satu lagi penghargaan bintang Michelin bagi restoran Madame Mallory. Ia pun dikirim untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional. Dengan memadukan bumbu india dan masakan Prancis, kemampuan Hassan pun diakui dan ia memenangkan perlombaan tersebut.

Hassan memang sudah menjadi chef yang sukses, namun keinginannya untuk pulang nggak bisa terbendung. Ia meninggalkan kesuksesannya dan kembali ke desa kecil tempat keluarganya tinggal. Ia juga mengejar cintanya pada Marguerite kembali.

Jobhuners, kisah dalam “The Hundred – Foot Journey” ini mengajarkan kita untuk jangan pernah melupakan identitas diri. Sejauh apa pun diri ini melangkah, kita tetaplah orang asli dari tempat dimana kita dilahirkan. Seperti keluarga Kadam yang tetap mempertahankan budaya India meskipun sudah berjarak sangat jauh dari tanah kelahiran mereka. 

About Author

Building my startups, Jobhun. Also managing DILo Surabaya coworking space. I also leading my communities, Facebook Developer Circles Surabaya and Tech In Asia City Chapter Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami