Pasang Loker

“The Internship”: Cerita Magang di Google yang Membawa Banyak Perubahan

Siapa yang nggak mengenal Google, perusahaan yang satu ini memiliki produk digital berupa iklan online, search engine, cloud computing, software, dan hardware sering kita gunakan untuk bekerja sehari-hari.

The Internship bercerita tentang dua orang mantan salesman, Billy McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Owen Wilson) yang bangkrut. Billy mencoba untuk melamar posisi magang di Google untuk mereka berdua. Pada awal berjalannya film, Jobhuners pasti merasa penasaran apa jadinya jika dua orang yang nggak memiliki pengalaman serta latar belakang teknologi informasi bisa diterima di perusahaan teknologi ternama.

Nggak disangka, ternyata mereka berdua diterima di Google karena jawaban unik mereka saat interview. Dari sekian banyak anak magang yang diterima hanya mereka yang memiliki umur berbeda jauh dengan yang lainnya. Magang pun dimulai saat summer, dimana mereka berkompetisi dengan anak magang lainnya untuk mendapatkan pekerjaan tetap di Google. Para pemagang harus menjalani musim panas dengan menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh Google, jika mereka bisa menyelesaikan dengan baik, maka pada akhir periode akan ditawarkan pekerjaan tetap.

Jika dilihat dari keseluruhan peserta magang yang diterima di Google, hanya Billy dan Nick  yang menjadi pemagang paling tua di antara peserta lain yang masih berstatus mahasiswa. Hal ini tidak membuat mereka berdua putus asa dan menyerah. Dalam magang yang diadakan selama musim panas, mereka berkelompok dengan mahasiswa lainnya yang nggak ‘terpilih’ saat pembagian kelompok.

Billy dan Nick akhirnya masuk ke dalam kelompok bersama tiga peserta lainnya, yaitu Stuart, Neha, dan Yo-yo, serta memiliki ketua kelompok yang bernama Lyle. Karakter anggota kelompok lainnya tergolong unik, kita mendapatkan gambaran akan pribadi mahasiswa kebanyakan. Mereka mempunyai kepintaran yang tergolong jenius, sayangnya kehidupan sosial mereka buruk.

Mungkin Jobhuners akan berpikir jika mereka akan menjadi akrab pada awalnya, ternyata nggak sama sekali. Stuart, Neha, dan Yoyo menganggap bahwa Billy dan Nick hanya menjadi penghalang. Stuart hanya berfokus dengan layar smartphone-nya dan nggak pernah peduli dengan sekitarnya. Neha nggak bisa bercanda tanpa harus menyertakan fantasi “liar”nya. Yoyo terlalu keras dengan dirinya karena asuhan ibunya yang overprotective. Sedangkan Lyle merupakan orang yang kaku dan mudah canggung saat di depan umum.

Billy dan Nick yang tidak “melek” dalam teknologi mau nggak mau harus mengimbangi kemampuan anggota kelompok lainnya. Kejadian lucu serta membuat kesal terus saja terjadi. Hingga pada akhirnya mereka memenangkan tantangan terakhir, dimana Billy harus mengeluarkan keahliannya agar berhasil lolos. 

Kita dapat melihat character development dari masing-masing karakter sejak awal hingga akhir film. Stuart yang nggak lagi fokus dengan smartphone sama sekali, Lyle akhirnya nggak gugup dan berpacaran dengan pekerja part-time di Google, Neha yang akhirnya bisa percaya diri dan Yo-yo bisa menjadi tegas.

Jobhuners, melalui film ini kita diberikan gambaran bagaimana rasanya magang di Google. Nggak cuma menyelesaikan tantangan yang diberikan, mereka juga dilatih agar bisa bekerjasama dengan tim serta membangun hubungan sosial yang baik dengan rekan kerja lainnya. Nah, buat Jobhuners yang tertarik mengetahui bagaimana rasanya magang di Google, serta ingin mendapatkan pengetahuan baru dalam etos kerja yang baik, film ini akan cocok untuk ditonton.

About Author

Mahasiswa jurusan Sistem Informasi Bisnis dari salah satu kampus swasta di Indonesia yang sedang magang di Jobhun sebagai Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami