Work Ethic Dalam Kacamata Milenial yang Perlu Dipahami

work ethic

Work ethic atau etos kerja adalah sebuah istilah yang menggambarkan pentingnya suatu pekerjaan yang digambarkan oleh tekad, perilaku, dan keinginan untuk bekerja keras. Work ethic dapat digambarkan dengan rasa bangga terhadap perusahaan maupun karier yang sedang dijalankan. Representasi dari work ethic dapat menggambarkan siapa dan bagaimana orang tersebut dalam berinteraksi, karena work ethic menunjukan sikap, perilaku, dan cara berkomunikasi.

Secara umum work ethic dapat dilakukan dengan melakukan pekerjaan dengan baik, disiplin, berintegritas, jujur, dan mempunyai rasa bangga atau kepemilikan terhadap perusahaan. Namun, seiring dengan perubahan dan pelaku zaman, menurut milenial, saat ini work ethic sudah tidak melulu soal kerja keras dan sense of belonging terhadap perusahaan.

Work Ethic Dalam Kacamata Milenial

Para ahli mengukur work ethic menggunakan MWEP (Multidimensional Work Ethic Profile) yang dirumuskan dalam 7 ukuran, yaitu kemandirian, sentralitas kerja, kerja keras, waktu luang, moralitas dan etika, keterlambatan penghargaan, dan waktu yang terbuang. 

Kemandirian adalah usaha dari seorang karyawan untuk tidak mengandalkan supervisor untuk menuntunnya setiap saat. Sentralitas kerja adalah perasaan senang akan bekerja dan tak ingin berhenti bekerja meskipun mempunyai kesempatan untuk berhenti. Kerja keras digambarkan dengan kepercayaan seseorang untuk menghargai nilai dari suatu pekerjaan. Waktu luang dari MWEP menanyakan seberapa besar orang menginginkan waktu luang dibandingkan dengan waktu kerjanya. Moral dan etika menggambarkan sifat dan perilaku dari seorang karyawan. Keterlambatan penghargaan menggambarkan seberapa sabar karyawan menunggu penghargaan, dan seberapa mau karyawan kehilangan waktu untuk bekerja.

Dari 7 work ethic yang telah ditetapkan oleh para ahli, milenial yang seringkali dianggap pemalas oleh generasi sebelumnya, sebenarnya memiliki cara berpikir yang berbeda. Milenial cenderung lebih suka bekerja produktif dibanding dengan bekerja keras. Milenial adalah generasi yang percaya akan output-based, sehingga lebih menyukai fleksibilitas dalam waktu kerja dibanding harus bekerja rutin tetapi tidak produktif. 

Bisa dibilang bahwa milenial memang generasi yang melek teknologi dan memahami kemana harus mencari sumber belajar dan hal-hal yang tidak diketahuinya. Kemandiriannya memang nggak perlu diragukan lagi. Mereka termasuk generasi yang workaholic, tapi dengan cara dan jalannya sendiri. Mereka tidak suka terlalu terikat di perusahaan, bahkan cenderung ingin menjadi entrepreneur. Apabila bekerja di perusahaan, milenial biasanya tetap berusaha mengerjakan sesuatu yang disukainya dalam waktu kosong, meskipun sekadar berbincang bersama untuk memperluas jaringan atau memulai bisnis sampingan. Milenial sangat ingin dihargai, diberi rewards, dan dilibatkan dalam urusan-urusan penting dalam perusahaan. Masalah loyalitas, mereka cenderung nggak betah berlama-lama bekerja di sebuah perusahaan, sehingga mereka cenderung berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, alasannya karena mereka ingin mencari pengalaman atau mengejar passion. Mereka tidak ingin kehilangan waktu hanya untuk bertahan di suatu perusahaan yang nggak sesuai dengan keinginan mereka, itulah sebabnya mengapa milenial seringkali mendapat julukan kutu loncat.

Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, milenial memiliki cara berpikir yang berbeda mengenai cara bekerja. Mereka bekerja keras dengan cara produktif. Mereka mandiri karena mempunyai segala akses informasi yang dibutuhkan. Dan mereka juga fokus bekerja sesuai passion yang telah ditetapkan. Kita tidak bisa membandingkan apakah work ethic generasi sebelumnya lebih baik daripada milenial atau nggak, karena mereka mempunyai cara berpikir yang berbeda. Daripada mencari work ethic siapa yang lebih baik, leader memang dituntut untuk dapat menyatukan gap generasi dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis serta kolaboratif antar generasi.

About Author

Content Writer of Surabaya Soul Society and Jobhun Intership Batch 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami