Yandra Krisna, Content Creator di YouTube yang Merangkap Sebagai Social Media Specialist

1. Gimana nih, pendapat Yandra tentang working from home?

Menurut gue, work from home sangat tepat untuk situasi pandemi seperti sekarang ini untuk menekan laju penyebaran virus dan gue bersama rekan-rekan kerja juga sudah bisa beradaptasi dengan hal tersebut.

2. Cerita dong tentang profesi Yandra sebagai Social Media Marketing Specialist! Apa yang orang-orang nggak tahu tentang profesi ini?

Jadi Social Media Marketing Specialist atau Social Media Specialist adalah sebuah profesi yang bertanggungjawab untuk aktivitas pemasaran suatu perusahaan melalui media sosial. Biasanya banyak yang nanya tugasnya ngapain aja sih? Apa cuma posting dan balas-balas komen? Tapi nggak sesederhana itu, jadi tugasnya adalah melakukan riset tren dan pengguna media soisal, meeting dengan tim unit-unit bisnis yang ada di perusahaan itu, membuat perencanaan dan strategi berdasarkan riset dan meeting tadi, lalu mengeksekusinya menjadi ide-ide konten kreatif yang dapat memasarkan produk atau jasa dari perusahaan tersebut. Setelah itu ada yang namanya evaluasi, nah hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan riset lagi yang prosesnya balik lagi ke awal tadi. Jadi prosesnya berputar seperti itu.

3. Apa saja platform media sosial yang digunakan suatu perusahaan? Apakah seorang social media specialist harus menguasai semuanya?

Idealnya semua platform media sosial seperti Instagram, YouTube, Facebook, Twitter, bahkan Tiktok digunakan oleh suatu perusaahaan. Tapi tentunya akan ada beberapa platform yang menjadi prioritas utama. Biasanya prioritasnya ditentukan dari seberapa relevan para pengguna suatu platform media sosial dengan target audience dari perusahaan tersebut. Semakin relevan akan semakin diprioritaskan, contohnya perusahaan e-commerce akan memprioritaskan platform Instagram, Facebook, dan YouTube untuk aktivitas pemasarannya karena pengguna Instagram dan Facebook biasanya melakukan belanja online, dan banyak pengguna YouTube biasanya sering melihat review suatu barang di platform tersebut sebelum membelinya. Seorang Social Media Marketing Specialist harus menguasai salah satu platform media sosial namun tidak harus menguasai semuanya, dalam arti walaupun tidak menguasai semuanya namun harus mengerti fundamental (dasar-dasarnya) seperti fitur-fiturnya dan karakteristiknya. 

Yandra Krisna
Yandra Krisna

4. Sejak kapan Yandra tertarik dengan dunia media sosial? Apa yang menginspirasi Yandra untuk berkarier di bidang ini?

Gue mulai tertarik dengan media sosial itu sejak SMA (Sekitar 2007) atau waktu jamannya Friendster di akhir hayatnya yang saat itu Faacebook dan MySpace sedang naik daun. Yang menginspirasi gue berkarier di bidang ini adalah passion. Jadi passion gue adalah sulap dan musik yang kebetulan waktu 2007 itu gue dipercaya menjadi manajer sebuah band indie emo gitu waktu jamannya hahaha. Gue melakukan pemasaran atau promosi band tersebut melalui media sosial, yaitu MySpace dan Reverbnation. Kemudian tahun 2015 gue menjadi content creator di YouTube untuk melakukan pemasaran sekaligus menampilkan skill gue di bidang sulap dengan membuat berbagai konten permainan sulap yang menarik karena saat itu gue sudah melihat bahwa industri hiburan di TV akan segera memasuki masa senjanya dan tergantikan oleh YouTube dan media sosial lainnya. 

5. Apa hal yang paling berkesan bagi Yandra selama menekuni profesi ini?

Hal yang paling berkesan adalah bertemu banyak orang dan memiliki pengalaman baru untuk belajar karena dengan menekuni profesi ini gue dapat bertemu dengan Presiden, Wakil Gubernur, Wakil Ketua DPR, bekerja di salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia sekaligus belajar dari rekan-rekan gue dan orang-orang tersebut. 

6. Bagaimana pendapat Yandra tentang peluang karier dari profesi ini untuk teman-teman milenial?

Peluang karier dari profesi ini sangat menjajikan karena pengguna media sosial di Indonesia baru mencapai 59% dari total populasi, sementara penetrasi internet kedepannya akan sangat cepat dan masif dengan dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah di daerah terpencil sehingga nantinya ketika pengguna media sosial sudah mencapai di angka 80%, pemasaran melalui media sosial akan menjadi sangat penting dan menjadi prioritas bagi mayoritas perusahaan. 

7. Sekarang kan banyak orang yang punya pengalaman meng-handle media sosial untuk bisnis/branding. Menurut Yandra, bagaimana caranya supaya bisa stand out jika sedang melamar posisi ini?

Jangan pernah pesimis dan menganggap remeh portfolio kalian di bidang industri informal, seperti entrepreneur dan freelance. Contohnya, kalian punya bisnis jualan online dan melakukan pemasaran melalui media sosial atau kalian hobi fotografi dan mengedit video untuk kebutuhan konten media sosial pribadi. Jika kalian menekuni itu dengan sungguh-sungguh dan hasilnya memuaskan, maka taruhlah itu di CV kalian ketika melamar sebagai Social Media Marketing Specialist. Jangan malu dan pesimis karena buktinya gue “hanya” punya pengalaman sebagai Content Creator di YouTube tapi itu menjadi salah satu alasan kenapa gue bisa diterima bekerja sebagai Social Media Marketing Specialist di salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia. Akan selalu ada jalan ketika kita melakukan yang terbaik.

Jobhuners, kamu ingin belajar Social Media Specialist secara langsung bersama Yandra Krisna? Daftar Jobhun Academy: Social Media Specialist yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Hubungi kami